KULIAH atau KERJA?

Senangnya luar biasa waktu diterima jadi karyawan di sebuah perusahaan bonafid walau masih kuliah semester 3, lalu bisa punya uang sendiri. Dengan penuh semangat, kamu bertekad bisa membagi waktu antara kuliah dan kerja. Tapi.. ups ternyata nggak seudah itu! Pelan-pelan kuliah mulai terlupakan. Tapi di saat global crisis gini, apa harus nolak rejeki?

JALAN KELUARNYA?

Hari gini emang susah cari kerjaan yang bagus. Tapi sebelum memutuskan untuk cuti kuliah (dalam waktu yang tidak ditentukan), pertimbangkan hal-hal ini:

  1. Orang tua. Apa sih keinginan terdalam mereka? Kalau salah satunya adalah melihat anak mereka diwisuda, sebagai anak yang baik, coba sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
  2. S1. Seberapa penting arti sebuah gelar sarjana  di keluarga dan lingkungan terdekat kamu? Kalau memang nggak terlalu signifikan, ada lampu hijau buat mengejar karir. Lagian nggak ada waktu terlambat untuk meraih S1. Asal udah menjadi target, walau pelan, pasti bisa tercapai.
  3. Kebijakan Perusahaan. Jangan buru-buru cuti kuliah/berhenti kerja sebelum meminta kebijakan dari perusahaan. Siapa tau pihak manajemen bisa memberi kompensasi dan membantu kamu supaya cepat lulus. Dengan sedikit pengorbanan, kamu bisa meraih dua-duanya lhoo!!

Pertanyaan Keluarga yang Paling menjengkelkan

“KAPAN LULUSNYA NIH?”

“RANKING BERAPA DI SEKOLAH?”

“KENAPA NGGAK AMBIL JURUSAN KEDOKTERAN?”

“EEEH, KAMU GEMUKAN YAH????”

“UDAH KERJA BELOM”?

“PACARNYA MANA NIH?”

“KAPAN NYUSUL NIKAH?”

“UDAH BISA NGAJI BELOM”?

“GAJIAN-NYA GEDE?”

Kebanyakan keluarga di Indonesia adalah keluarga besar dengan jumlah tante, om dan sepupu yang nggak kehitung. Kalau udah ngumpul, wuih, rame, deh pada nanya-nanya kabar. Nah kamu pasti pernah deh dapet pertanyaan-pertanyaan yang minta nggak dijawab kayak di atas itu.

Pas masih sekolah, pertanyaannya bakal seputar prestasi di sekolah. Yang udah kuliah, pertanyaannya nambah jadi soal IPK, skripsi dan lain-lainnya. Kebanyakan pertanyaan sebenarnya cuma buat basa-basi dan nggak bermaksud nyindir, tapi kok kadang-kadang bikin kuping panas yah? Mungkin karena pertanyaan yang sama itu udah ditanyain berkali-kali. Tiap ngumpul keluarga, pasti ditanyain lagi. Ngejawabnyapun kita serba salah. Kalau prestasi, kayaknya kok sombong banget cerita panjang lebar soal kesuksesan pribadi, juga jadi malu sendiri.

Tapi dari pada males dateng ke acara keluarga, mulai sekarang ajakin om adu ponco atau ajak tante tukeran tips gebet cowok aja. Kalau pertanyaan mulai dateng, pinter-pinter belokin dengan sopan ya!