KULIAH atau KERJA?

Senangnya luar biasa waktu diterima jadi karyawan di sebuah perusahaan bonafid walau masih kuliah semester 3, lalu bisa punya uang sendiri. Dengan penuh semangat, kamu bertekad bisa membagi waktu antara kuliah dan kerja. Tapi.. ups ternyata nggak seudah itu! Pelan-pelan kuliah mulai terlupakan. Tapi di saat global crisis gini, apa harus nolak rejeki?

JALAN KELUARNYA?

Hari gini emang susah cari kerjaan yang bagus. Tapi sebelum memutuskan untuk cuti kuliah (dalam waktu yang tidak ditentukan), pertimbangkan hal-hal ini:

  1. Orang tua. Apa sih keinginan terdalam mereka? Kalau salah satunya adalah melihat anak mereka diwisuda, sebagai anak yang baik, coba sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
  2. S1. Seberapa penting arti sebuah gelar sarjana  di keluarga dan lingkungan terdekat kamu? Kalau memang nggak terlalu signifikan, ada lampu hijau buat mengejar karir. Lagian nggak ada waktu terlambat untuk meraih S1. Asal udah menjadi target, walau pelan, pasti bisa tercapai.
  3. Kebijakan Perusahaan. Jangan buru-buru cuti kuliah/berhenti kerja sebelum meminta kebijakan dari perusahaan. Siapa tau pihak manajemen bisa memberi kompensasi dan membantu kamu supaya cepat lulus. Dengan sedikit pengorbanan, kamu bisa meraih dua-duanya lhoo!!
Advertisements

21 thoughts on “KULIAH atau KERJA?

  1. labirindo says:

    Yang penting bisa bagi waktu,terus semangat

  2. ilyasafsoh.com says:

    saya, kuliah dan kerja

  3. eraha says:

    aku kerja untuk bisa membiayai kuliah. klo ga kerja ga bakal bisa lulus kuliah.

    ^_^

    • Anna Chan says:

      waaah hebat, kerja part time atw full time nih? bagi tips ny dong :p

      • eraha says:

        kerja part time, freelance fotografer

        tips nya,,,mmm apa ya?
        yg jelas harus tahan capek. Soalnya dulu aku kerjanya ya klo uda slesei dari kampus. Jaga kesehatan n ga stress yg jelas. Mpe skarang pun uda kebawa ma aktivitas workaholic. Kerja 12 jam sehari dgn hari libur sehari tiap 2 pekan

      • Anna Chan says:

        ohh iya ya mas fotografer 😀

        mantap nih tambahan tipsnya, disamping harus jaga kesehatan dan emosi biar gak stres, juga kudu prioritaskan keluarga juga dong, karena pasti keluarga butuh waktu kebersamaan yg harmonis, betul?

      • eraha says:

        betuuullll,,,tapi kebetulan aku jauh dari keluarga,,,hehehe..keluargaku di luar kota

  4. gogo says:

    ane baru menikmati dunia kerja sesungguhnya saat semester 6, detik2 menjelang waktu pembuatan skripsi tiba.. nah, awalnya cm niat kerja hnya 3 bulan, loh ternyata suasannya bikin betah, lama2, kul jd malez, dan klimaxnya saat di semester 8, ane menelantarin tugas akhir. alhasil telat 1,5 tahun.. so, kalau bisa ttp berusaha utk menyeimbangkan antara kul dan kerja.. Tujuan kul harus tercapai, Kerja juga ttp jalan.. saling mendukung..

    • Anna Chan says:

      waaaah telatny lumayan lama juga y, hrus bagi waktu kuliah dan pekerjaan sesuai prioritas nih, biar gak rugi waktu hrus manfaatin wktu sebaik2nya, tapi terkadang untuk prakteknya susah juga y, kadang tugas kuliah yg suka keteteran

  5. tuaffi says:

    wew.. hampir mirip sama posting terakhir saya.. hehe. 😀 bener yang mbak bilang, kalau bisa dua- duanya kan enakk, meskipun dengan pengorbanan. 🙂

    • Anna Chan says:

      blogny bagus bgt mb, sgat membangun diri :), waaah bakal sering mampir nih
      iya postingannya sama judulnya 😀
      memang bagus kuliah sambil kerja, apalagi kerjanya yg sesuai bidang kuliah

  6. Randeezt says:

    Kuliah sambil kerja, itu pilihan anak kuliahan tapi nyatanya susah buat ngatur waktu… hehehe

  7. doliphoto says:

    Iya…. Dua-Duanya saja. 🙂

  8. Hanggar PS says:

    bukan kuliah atau kerja, tapi pertanyaannya adalah buat apa Anda kuliah dan kerja, kuliah buat dapet kerja trus kerja buat apa, buat menghidupi keluarga, jadi lo ditnya di judul tadi aku kan jawab buat menghidupi keluarga hahahahah

    • Anna Chan says:

      klo dari faktor untuk apa, jelas semuanya saling berantai, tapi kalau melaksakan 2 aktifitas sekaligus cukup menguras otak, tenaga dan juga waktu lhoo, waktu 24 jam itu sangat terasa sempit sekali karena waktu istirahat yang semakin terbatas, tapi klo bisa memanage waktu dengan baik semua akan berjalan seiring, sejalan, dan seirama antara kewajiban kuliah maupun kewajiban bekerja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s